anda disini: Home > Pendidikan Inklusi

Pendidikan Inklusi


Pendidikan inklusi adalah terminologi yang baru di Indonesia umumnya (2009) dan khususnya di kabupaten Barito Utara Propinsi Kalimantan Tengah.

Ada beberapa pengertian mengenai pendidikan inklusi, diantaranya adalah pendidikan inklusi merupakan sebuah pendekatan yang berusaha mentransformasi sistem pendidikan dengan meniadakan hambatan-hambatan yang dapat menghalangi setiap siswa untuk berpartisipasi penuh dalam pendidikan.

Hambatan yang ada bisa terkait dengan masalah etnik, gender, status sosial, kemiskinan dan lain-lain. Dengan kata lain pendidikan inklusi adalah pelayanan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang dididik bersama-sama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.

Salah satu kelompok yang paling tereksklusi dalam memperoleh pendidikan adalah siswa penyandang cacat. Tapi ini bukanlah kelompok yang homogen.

Sekolah dan layanan pendidikan lainnya harus fleksibel dan akomodatif untuk memenuhi keberagaman kebutuhan siswa. Mereka juga diharapkan dapat mencari anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan.

A.  Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

Pengelompokan anak berkebutuhan khusus dan jenis pelayanannya, sesuai dengan Program Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Direktorat PPKLK) adalah sebagai berikut :


1. Tuna Netra

2. Tuna Rungu

3. Tuna Grahita: (a.l. Down Syndrome)

4. Tuna Grahita Ringan

5. Tuna Grahita Sedang

6. Tuna Grahita Berat

7. Talented : Potensi bakat  istimewa dan cerdas istimewa (CIBI)

(Multiple Intelligences :Language, Logico mathematic, Visuo-spatial,Bodily-kinesthetic,Musical, Interpersonal, Intrapersonal, Natural, Spiritual).

8. Kesulitan Belajar a.l. :

  1. Hyperaktif,ADD/ADHD,
  2. Dyslexia/Baca,
  3. Dysgraphia/Tulis,
  4. Dyscalculia/Hitung,
  5. Dysphasia/Bicara,
  6. Dyspraxia/ Motorik)

9. Lambat Belajar ( IQ = 70 –90 )

9. Autis

10. Korban Penyalahgunaan Narkoba

11. Indigo


Ada Lanjutan ...
By Bambang Setiarto
Kepala SLBN-1 Muara Teweh
Kalimantan Tengah

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat. Karena itu negara dalam hal ini Dinas Pendidikan memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1).


News-4

Website ini dibuat dan didesign pada tanggal 10  November 2016
Oleh Bambang Setiarto
Kepala SLBN-1 Muara Teweh, Kalteng